Oleh: baim88 | 8 November 2013

Serangan Penyakit Akar Gada Dan Cara Pengendaliannya

Serangan Akar GadaPenyakit akar gada adalah penyakit  jamur yang menyerang tanaman kubis,sawi  dan merupakan penyakit yang umum di Indonesia yang menyebabkan kerugian signifikan terhadap hasil dan panen. Penyakit ini disebabkan oleh patogen Plasmodiophora brassicae. Dengan olah tanah yang baik dengan cara pemakaian Pupuk Organik Nasa dan penggunaan Agensi Hayati Nasa yang berupa Natural Glio dan Corrin dari awal tanam telah banyak di buktikan oleh para petani mampu menekan angka pertumbuah patogen Plasmodiophora brassicae yang merupakan peyebab dari penyakit akar gada tersebut.
Gejala
Kelayuan bibit atau tanaman adalah tanda pertama dari infeksi. Hal ini
menunjukkan bahwa akar telah rusak. Gejala pertama kali terlihat pada
akar adalah pembengkakan yang berkembang menjadi distorsi besar atau
seperti gada. Keseriusan bergantung kepada usia tanaman dan waktu
bersentuhan dengan penyakit tersebut.
Awalnya, ladang -ladang tanaman yang sangat kerdil akan muncul diladang. Pada tanaman di waktu-waktu selanjutnya, ladang -ladang tanaman akan meluas hingga seluruh ladang terinfeksi. Semakin banyak spora yang ada di dalam tanah, maka semakin parah gejalanya. Tanaman kubis mungkin tumbuh tanpa kepala.
Penyebaran
Spora Penyakit akar gada dapat bertahan hidup di dalam tanah hingga 20 tahun. Ini berarti jika penyakit akar gada masuk ke ladang hampir tidak mungkin untuk benar-benar menyingkirkannya.
Spora bangun dan kemudian berkecambah dengan hadirnya akar keluarga kubis. Mereka mengeluarkan spora berenang yang tertarik ke akar kubis dan berenang ke arah mereka ketika tanah sangat basah.
Spora melekat pada akar di mana mereka tumbuh dan menyebabkan pembengkakan.Penyakit akan memburuk dengan meningkatnya kelembaban tanah dan suhu tanah naik di atas 20 °C.Kondisi ideal untuk infeksi penyakit akar gada termasuk tanah asam (pH kurang dari 7), tanah basah,suhu hangat (20-25°C) dan tanaman inang rentan.
Penyebaran spora yang dorman ke ladang adalah dengan obyek yang dapat membawa tanah yang terkontaminasi, seperti alat pertanian, sepatu kotor, bibit terinfeksi, hewan pemakan rumput dan air permukaan. Penyebaran jarak jauh pada umumnya adalah dengan bibit ditanam di tanah pada tanah
terkontaminasi.
pengendalian lahan awal
  •  Anda dapat membantu mengendalikan penyakit akar gada dengan cara pembibitan yang ketat dan kebersihan ladang digabungkan dengan membuat ladang anda kurang menarik bagi Plasmodiophora brassicae.

Pembibitan dan kebersihan lahan

  • Cegah agar tanah dan bahan tanaman tidak membawa spora dorman memasuki ladang anda.
  • Bersihkan tanah dari alat sebelum meninggalkan ladang.
  • Jangan tanam bibit yang terinfeksi.
  • Beli bibit anda dari pemasok yang punya reputasi baik dan tidak memiliki penyakit akar gada.
  • Jika anda menumbuhkan bibit sendiri, pastikan anda menggunakan tanah steril atau ladang -ladang di mana penyakit akar gada belum pernah ditemukan.
  • Pastikan air irigasi yang digunakan pada tempat pembibitan bersih dan tidak terkontaminasi dengan spora penyakit akar gada.
  • Jangan membuat bekas air ini ke sungai dan jangan digunakan di luar tempat pembibitan.
Pengendalian lahan

  • Pilih tempat-tempat dengan pengeringan tanah yang terbaik.
  • Catat pembacaan pH tanah teratur dan gunakan kapur untuk meningkatkan pH sampai 7 – 7,5.
  • Jangan berlebihan mengairi tanaman.
  • Selang-seling dengan tanaman keluarga non-kubis selama mungkin.
  • Gunakan varietas yang lebih toleran atau resisten, misalnya Maxfield.
  • Buang dan bakar tanaman yang terinfeksi dari seluruh tanaman itu, untuk mengurangi jumlah spora.

Sistem Pengendaliannya

 Penyakit ini memiliki berbagai bentuk gejala serangan sehingga mendorong untuk memuliakan tanaman yang tahan terhadap penyakit ini.
  • Olah Tanah yang baik dengan cara pemupukan yang berimbang,sehingga mampu menekan pertumbuhan patogen tersebut.Yaitu dengan cara pemakaian pupuk organik nasa di tambajkan dengan 50% pupuk kimia yang biasa di pakai.
  • Peggunaan Agensi  Hayati Nasa yang berupa Natural Glio yang sudah di fermentasikan dengan pupuk kandang dari olah tanah sebelum tanam juga dapat membantu dari serangan penyakit ini.
  • Penyemprotan  Agensi Hayati Nasa yang berupa Corrin Dari Awal Tanam. Bibit yang akan di tanam di rendam denga Corrin kurang lebih sekitar 15 menit.
  • Pengendalian dilakukan dengan menggunakan bibit yang bebas hama dan penyakit.
  • Pergiliran tanaman kurang sesuai diterapkan untuk kasus ini karena sporanya dapat bertahan lama serta gulma yang dapat menyebabkan penyakit ini.
  • Pengapuran tanah  untuk meningkatkan pH menjadi 7.2 sangat efektif untuk mengurangi perkembangan penyakit.
  • Selain itu, penggunaan tanaman perangkap dan perlakuan tanah pembibitan dengan teknik solarisasi juga teruji mengurangi penyakit dan meningkatkan hasil panen.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: